Jumat, 04 September 2015

Cara Membuat Pupuk Kompos Alami

Cara Membuat pupuk kompos

1. Kompos Jadi Siap Pakai
Kompos alami banyak terdapat di lahan-lahan yang sebelumnya menjadi tempat pembangan sampah organik. Untuk mendapatkannya :
  1. Gali tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti tanah
  2. Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk
  3. Jemur sampai kering, lalu ayak
  4. Bubuhkan 50 – 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.
Bahan Pembuatan:
  1. 2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage)
  2. 6,5 m3 kulit buah kopi
  3. 750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter)
  4. 30 kg abu dapur atau abu kayu
Panduan Cara Membuat Pupuk Kompos
  1. Buatlah bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan.
  2. Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m (panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yang dihasilkan berair dan lunak.
  3. Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan abu.
  4. Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 – 5 hari, lalu segera menurun lagi.
  5. Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan.
  6. 2 – 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.
  7. Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 % saja.
  8. Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasi dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro ataulainnya.
2. Kompos Rumah Tangga
Sampah organik secara alami akan mengalami peruraian oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur. Proses penguraian ini memerlukan kondisi tertentu, yaitu suhu, udara dan kelembaban.
Makin cocok kondisinya, makin cepat pembentukan kompos, dalam 4 – 6 minggu sudah jadi. Apabila sampah organic ditimbun saja, baru berbulan-bulan kemudian menjadi kompos. Dalam proses pengomposan akan timbul panas krn aktivitas mikroba. Ini pertanda mikroba mengunyah bahan organic dan merubahnya menjadi kompos. Suhu optimal untk pengomposan dan harus dipertahankan adalah 45-65C.Jika terlalu panas harus dibolak-balik, setidak-tidaknya setiap 7 hari.
Bahan :
  1. Di dalam rumah ( ruang keluarga, kamar makan ) dan di depan dapur disediakan 2 tempat sampah yang berbeda warna untuk sampah organic dan sampah non-organic.
  2. Diperlukan bak plastic atau drum bekas untuk pembuatan kompos. Di bagian dasarnya diberi beberapa lubang untuk mengeluarkan kelebihan air. Untuk menjaga kelembaban bagian atas dapat ditutup dengan karung goni atau anyaman bambu.
  3. Dasar bak pengomposan dapat tanah atau paving block, sehingga kelebihan air dapat merembes ke bawah. Bak pengomposan tidak boleh kena air hujan, harus di bawah atap.
Cara Membuat :
  1. Campur 1 bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.
  2. Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan dicampur. Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja mengolah sampah menjadi kompos. Jika ada kotoran ternak ( ayam atau sapi ) dapat pula dicampurkan .
  3. Pembuatan bisa sekaligus, atau selapis demi selapis misalnya setiap 2 hari ditambah sampah baru. Setiap 7 hari diaduk.
  4. Pengomposan selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah. Pada minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos, sehingga suhu menjadi sekitar 40C. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal, kompos sudah jadi.
  5. Jika perlu diayak untuk memisahkan bagian yang kasar. Kompos yang kasar bisa dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.
  6. Keberhasilan pengomposan terletak pada bagaimana kita dapat mengendalikan suhu, kelembaban dan oksigen, agar mikroba dapat memperoleh lingkungan yang optimal untuk berkembang biak, ialah makanan cukup (bahan organic), kelembaban (30-50%) dan udara segar (oksigen) untuk dapat bernapas.
  7. Sampah organic sebaiknya dicacah menjadi potongan kecil. Untuk mempercepat pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.(Romi)

Simbiosis Hubungan Antar Makhluk Hidup

Makhluk hidup tidak dapat hidup tanpa ketergantungan makhluk hidup lainnya. Selain ketergantungan terhadap sesama makhluk hidup, juga kepada lingkungan sekitar. Ketergantungan tersebut disebut "simbiosis". Ada beberapa jenis simbiosis :

1. Simbiosis Mutualisme

Yaitu hubungan antar makhluk hidup yang saling menguntungkan. Contoh:
-Hubungan antar kerbau dan burung jalak.
-Hubungan antar lebah dan bunga.


 2. Simbiosis Komensalisme

Yaitu hubungan antar makhluk hidup yang menguntungkan sepihak saja. Tetapi pihak lain tidak dirugikan. Contoh:
-Hubungan antar anggrek dan pohon

3. Simbiosis Parasitisme

Yaitu hubungan yang hanya menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain. Contoh:
-Hubungan antar benalu yang hidup pada suatu pohon.
(Romi)

Kamis, 03 September 2015

Cara Membuat Miniatur Pesawat Terbang Sederhana

 Membuat Miniatur Pesawat

Cara Membuat Miniatur Pesawat :
1.       Potong-potong styrofoam sesuai model yang diinginkan.
2.       Rekatkan styrofoam dengan lem khusus styrofoam.
3.       Dibentuk sesuai yang diinginkan.
4.       Amplas hingga halus.
5.       Rangkai semua (body, sayap, ekor, dll).
6.       Dempul dengan dempul tembok.
7.       Jemur sampai kering.
8.       Celupkan di dalam air lalu amplas lagi.
9.       Setelah kering lalu cat dengan air brush.

Cara Membuat Miniatur Pesawat Untuk Aeromodelling :
1.       Potong-potong styrofoam sesuai model yang diinginkan.
2.       Rekatkan styrofoam dengan lem khusus styrofoam.
3.       Dibentuk sesuai yang diinginkan.
4.       Amplas hingga halus.
5.       Tancapkan paku secara vertikal ke bawah body.
6.       Tes dengan menerbangkan, bila belum stabil tambahkan paku.
7.       Beri stiker.

Rahasia Pesawat Aeromodelling Bisa Terbang Stabil
Kenapa dipaku? Ini adalah rahasia agar pesawat aeromodelling bisa diterbangkan secara stabil. Jadi, paku berfungsi sebagai stabilisator. Letak paku disesuaikan dengan bobot pesawat. Kalau lebih berat depan, dipaku di body belakang dan sebaliknya.
Cara mengetes stabil tidaknya pesawat, yakni dengan cara memegang sayap pesawat dengan tangan kanan dan kiri, pastikan tubuh utama imbang dan moncong pesawat tidak mendongak atau menurun. Selain di-paku, rahasia pesawat bisa terbang ada di bagian ekor. Penempelan ekor belakang posisinya agak miring ke depan.
Singkatnya nih, biar pesawat aeromodelling bisa terbang, tergantung dari lebar sayap, keseimbangan, dan berat-tidaknya material styrofoam.(Romi)